Lavina remaja berumur 16 tahun siswi SMA Negeri 1 Jakarta adalah cewek yang menjadi idola di sekolahnya. Setiap hari banyak cowok-cowok yang mendekatinya dan menyatakan cinta pada Lavina.
Tetapi karena Lavina tidak suka pada cowok-cowok itu maka Ia menolaknya. Dan kejadian itu terus terjadi hingga Lavina merasa lelah akan semua ini, dia ingin memiliki cowok yang benar-benar bisa menggetarkan hatinya.
Tapi Lavina belum menemukan sosok
cowok seperti itu, hingga pada akhirnya Lavina melihat seorang cowok yang baru
Ia lihat selama bersekolah di SMA Negeri 1 Jakarta dan menurutnya laki-laki itu
sempurna. “siapa ya nama cowok itu” gumam di hatinya.
Sejak Lavina melihat cowok itu ia
terpesona dan berusaha mencari tahu tentang cowok itu. Tapi usahanya sia-sia,
Lavina tidak mendapatkan info apapun tentang cowok itu. Suatu hari tidak ada
angin tidak ada hujan saat Lavina duduk dibawah pohon sekolahnya tiba-tiba pria
yang disukainya duduk disebelahnya lalu berkata “hai, kalau boleh tahu siapa
nama kamu?”
“Ha-hai namaku Lavina, ka-kamu
siapa?” dengan terkejut dan terbata-bata Lavina menjawabnya.
“Aku Michael, kamu duduk dikelas
berapa?” jawab dan tanya Michael.
“Aku duduk dikelas 1-5” dengan
perasaan senang dan gembira Lavina semangat menjawab pertanyaan Michael.
Obrolan itu berlangsung hingga bel
tanda masuk berbunyi, sebelum masuk kelas Michael menawarkan pulang sekolah
bersama, Lavina merasa semua ini adalah mimpi tapi itu kenyataan, tanpa
berfikir pajang Lavina pun menerima tawaran Michael.
Seiring berputarnya waktu mereka
menjadi semakin dekat dan saling menemukan kecocokan satu sama lain. Dan inilah
yang ditunggu-tunggu Lavina. saat mereka janjian pergi berdua, Michael
menyatakan cintanya pada Lavina, tanpa berfikir panjang Lavina menerima cinta
Michael.
Sejak kejadian itu mereka menjalani
hari indah bersama, mereka menjadi pasangan kekasih yang serasi dan romantis.
Hampir tak pernah ada selisih diantara mereka, hingga mereka yakin cinta mereka
akan menjadi cinta sejati walau akan banyak badai menerjang.
***
Tak terasa hubungan mereka sudah
berjalan 1 tahun. Walau terbilang lama keduanya tak pernah berpaling ke lain
hati, keduanya semakin saling menyayangi. Tapi saat mereka saling percaya kalau
keduanya saling setia, Lavina merasakan getaran cinta yang datang dari cowok
yang baru di kenalnya. Ia merasa tak bisa setia lagi pada Michael karena
getaran cinta yang ia rasakan kali ini lebih kuat dari Michael saat ini.
Cowok itu adalah Molusca dia
mahasiswa fakultas kedokteran di Universitas Indonesia. Molusca sekilas lebih
dewasa dari Michael dan bisa mengajari Lavina, itu yang membuatnya mampu
berpaling dari Michael. Tapi Lavina tidak berniat mengakhiri hubungannya dengan
Michael karena Lavina masih sangat mencintainya. Michael pun sangat percaya
kalau Lavina akan selalu setia padanya. Tapi Lavina menghianati kepercayaan
Michael.
Pada suatu malam Lavina jalan berdua
bersama Molusca, Lavina juga mematikan telepon genggamnya agar Michael tidak
meneleponnya. Ternyata malam itu Molusca menyatakan cinta pada Lavina, tetapi
sebelum Lavina menjawabnya Molusca bertanya apakah dia sedang sendiri dan
Lavina menjawab dirinya sedang sendiri. “Gimana nih, aku terima apa enggak ya,
tapi bagaimana dengan Michael” kata dalam hatinya. Lavina sangat bingung tapi
Lavina juga suka pada Molusca, dengan keputusan bulat ia menerima Molusca.
Setelah ia menerima Molusca, Lavina
berjanji akan adil dan mencintai keduanya tanpa menyakiti perasaa mereka.
Kehidupan mendua itupun berjalan tanpa Michael dan Molusca ketahui. Keduanya
menganggap Lavina setia, karena sikapnya yang tak pernah berubah dan tak pernah
mengingkari janji. Mereka sangat menyayangi dan mencintai Lavina, mereka selalu
berusaha membuat hatinya senang.
Setiap hari Lavina selalu mendapat
kejutan dari keduanya, itu semakin membuat hati Lavina sakit karena dia sadar
perbuatanya salah tapi Lavina tidak bisa berbuat apa-apa. Dan Lavina juga
merahasiakan semua ini dari sahabatnya, Lea. Dia takut bila ia bercerita pada
Lea dia akan dibenci oleh sahabatnya itu.
Hingga suatu hari ketika mereka
sedang jalan-jalan di taman kota saat mereka sedang asyik bercanda tiba-tiba
ada cowok memangggil Lavina dengan sebutan sayang lalu menghampirinya dan
memeluknya ternyata dia Molusca.
“Na siapa dia?” tanya Lea dengan
bingung.
“Emm in-ini Molusca cow-wo gue,”
jawab Lavina dengan terbata-bata.
“Apa! Ini cowok lu?” sahut Lea.
“Iya Le, tapi lu jangan berfikiran
buruk dulu, gua bisa jelasin,” jawab Lavina dengan sangat tegang.
Lavina langsung pamitan pada
Molusca dan menarik tangan Lea dan dibawa kerumahnya. Setelah sampai dirumahnya
Lavina menjelaskan semuanya. Dengan linang air mata Lavina menjelaskan apa yang
sbenarnya terjadi.
“Tapi kenapa lu tega sama Michael.
Mich itu sangat sayang sama lu walau biasanya lu sibuk dan nggak ada waktu
untuk dia, dia tetap mencoba mengerti lu.” kata Lea dengan sangat kecewa
“Iya gua akui gua salah, gua jahat,
gua penghianat. Tapi, perasaan gua tak pernah berubah terhadap Mich, gua juga
sayang banget sama Mich, gua menduakan Mich karena Molusca. Gua mencintai
Molusca dan gua enggak bisa menolaknya, gua memang salah.” jelas Lavina.
“Iya lu salah, lu sangat salah.
Tapi, kenapa lu enggak pernah cerita sama gua, gua ini sahabat lu. Apa lu
enggak pernah nganggap gua sahabat lu, lu tega, gua nyesel jadi sahabat lu.”
kata Lea sangat kecewa.
“Iya ya gua salah, gua begini karena
gua memang enggak bisa cerita sama lu. Gua takut jika gua cerita sama lu, lu
akan marah sama gua dan lu akan cerita sama Mich, dan akhirnya Mich tau. Gua
enggak mau ada konflik sama Mich. Tapi, lu harus ngerti ini masalah perasaan,
jika lu sekarang ada diposisi gua, lu juga kan begini,” jelas Lavina
Lavina berulang kali
mengucapkan kata maaf kepada Lea, Lavina juga rela berlutut di hadapan Lea demi
mendapatkan maaf dari Lea, sahabatnya. Lea melihat ketulusan rasa bersalah
Lavina dan Lea mencoba mengerti Lavina. Lea mau memaafkan Lavina dengan satu
syarat yaitu Lavina harus memilih salah satu dari mereka. Demi mendapat maaf
dari sahabatnya Lavina rela memilih salah satu dari mereka, walau itu berat
baginya karena Lavina mencintai keduanya. Setelah kejadian ini, Lavina berniat
malam ini akan mengundang Michael dan Molusca .Lavina siap untuk menjelaskan
semuanya, Lavina siap menanggung reaikonya.
***
Malam pun tiba, perasaan takut,
tegang, gelisah telah menjadi satu dan tak diduganya ternyata Mich dan Molusca
datang secara bersamaan. Lavina semakin tegang tapi Lea selalu menemaninya dan
menenangkan hatinya, tanpa basa basi dan linangan air mata Lavina menjelaskan
semuanya.
“Aku siap jika kalian tinggalin aku
detik ini juga, karena aku memang salah aku tidak pantas menjadi milik kalian.
Kalian terlalu baik sama aku, aku minta maaf minta maaf, aku memang jahat
penghianat.” jelas Lavina sambil tak kuasa menahan tangis.
“Na tenang na,” kata Lea sambil
mengelus Lavina.
“Na kenapa kamu begini, selama ini
kita baik-baik saja. Apa salah aku dan kenapa kamu enggak minta putus saja,
kamu tau kan aku sayang banget sama kamu dan hubungan kita sudah 1 tahun
lebih.” kata Michael dengan sangat kecewa.
“Lavina kalau aku tahu kamu sudah
punya cowok aku enggak bakal meminta kamu untuk jadi pacar aku. Dan apa maksud
kamu menerima aku padahal kamu sudah punya Michael, seharusnya kamu menolakku.”
kata Molusca dengan sikap dewasanya.
“Mich, iya selama ini kita baik-baik
saja, kamu engak punya salah Mich, aku yang salah, aku enggak bisa putus dari
kamu. Perasaan aku tak pernah berubah sama kamu, maka dari itu aku tidak memutuskan
kamu. Molusca aku suka kedewasaan kamu maka dari itu aku menerima kamu, maafkan
aku telah membohongimu, jujur aku sangat sayang sama kalian. Tapi aku sadar aku
telah salah dan aku siap jika sekarang kalian meninggalkan aku, aku siap walau
aku pasti akan sakit hati banget,” jawab Lavina sambil berlutut.
Dari seluruh penjelasan Lavina,
Molusca pacar kedua memilih meninggalkan Lavina walau sebenarnya dia sangat
mencintai Lavina, tapi dengan sikap dewasanya dia rela meninggalkan Lavina
karena dia tahu, Michael pacar pertama Lavina sangat menyayangi Lavina dan yang
pantas untuk Lavina, bukan dia tapi Mich.
Beda dengan Molusca yang rela
berkorban, Mich tetap bertahan walau Lavina telah mengkhianatinya karena Mich
sangat menyayangi Lavina dan tak bisa hidup tanpa Lavina.
Dari situ Lavina sadar bahwa Mich
lah cinta sejatinya, walau Lavina telah mengkhianatinya tetapi Mich masih
menerimanya. Setelah semua terungkap Lavina merasa tenang, dan mereka memulai
dari awal lagi, mereka kembali menjalani hari-hari dengan bahagia. Lavina
sangat terharu dengan kisah cintanya dan ia tak akan mengulangi kesalahan yang
sama, ia harus setia dan menjaga cinta Mich dan ia juga sangat berterimakasih
pada Lea sahabatnya yang telah membantunya.
Cerpen ini merupakan tulisan pertaamaaa sekali ... hahaha

Komentar
Posting Komentar