Langsung ke konten utama

Assalamu'alaikum. Bismillah Mengawali Sebagian Dunia Kecilku

Blog ini ada karena blog sebelumnya telah tiada hehehe

Jadi, Maria sebenarnya pernah membuat blog pada tahun 2012 jika tidak salah sekitar bulan november. Blog dengan nama "Ya Ini Coretanku!" itu berisi tentang pengalaman, motivasi, opini, cerpen, rangkain frasa dan sedikit promosi juga. Sebenarnya sayang sekali tuh blog gak bisa dibuka karena dah banyak tulisannya. Tapi, akan saya pindah di sini semua agar blog ini terasa ada isinya. Maria membuat blog karena mencintai dunia tulis-menulis. Tak mampu mengganti tulisan dengan lembaran uang tapi ingin tetap berkarya. Maka blog ini harus ada. Kata orang hebat, untuk menulis harus tetap menulis. Jadi saya akan tetap menulis dan menuangkan ide-ide yang mungkin tidak terlalu kreativ siapa tahu akan jadi kreativ karena terus digodok. 

Sedikit bertutur, Maria memang suka menulis sejak duduk di bangku SMP. Pasalnya dari kecil banget sudah suka menghayal tentang seisi jagad raya ini kaleee. Saat duduk di bangku kelas X barulah menulis cerpen karena ada yang ngajak buat nerbitin buku. Padahal menulis aja baru akan memulai tapi sudah sangat PD menerbitkan buku. Alhasil, tulisannya amburadul dan enggak karuan gitulah. Tapi, karena itulah hobi nulis jadi semakin saya asah dan menjadi kecintaan gitu. Sayangnya ketika mengikuti lomba cuma jadi finalis tapi udah seneng sih di bukunya ada namaku. Yah semenjak itulah akhirnya nulis cerpen, artikel, puisi yah semacam itulah. Walau itu enggak rutin tapi dah banyak yang tahu bahwa saya suka menulis. Sehingga kadang menulis untuk kepentingan organisasi atau sekedar membagikan tulisan di media sosial. Bagiku itu udah menjadi kecintaan yang enggak perlu terbalas oleh uang sih. Selama kita melakukannya dengan cinta Insya Allah itu akan menjadi positif. 

Walaupun saya bukanlah pemiliki otak pintar, cerdas, kreativ tetapi itu semua tidak akan menjadi positif kalau engggak ditulis. Setidaknya kita membagikan apa yang kita tahu walau itu sedikit. Walaupun dah banyak yang tahu tetapi enggak semua orang tahu dan butuh kita beri tahu. Saya mengasah kemampuan menulis lebih dalam lagi ketika magang di goodnewsfromindonesia.id atau GNFI. Banyak hal yang saya pelajari tentang keahlian menulis artikel yang aktual dan informatif. Di GNFI kita tidak hanya bertanggungjawab menulis saja tetapi menyebarkan berita positif. Di sinilah saya belajar bahwa apa yang kita tahu dan itu bersifat positif tentu harus disebarluaskan. Saya setuju sekali!

Di sini saya tidak hanya akan membagikan hayalan saya hahaha tetapi motivasi, jika ada ilmu yang saya tahu akan saya bagi, tulisan lama, tulisan hasil magang, pengalaman, opini dan insya Allah yang bersifat positif. Mungkin lebih banyak cerpennya lama atau tulisan berprosa karena memang saya mengenal dunia tulisan dari sini, cerpen. 

Segini aja dulu sih....


Maria

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banyuwangi Sebelum dan Setelah di Benahi Azwar Anas

                            Surabaya-Banyuwangi- Sebelum memasuki tahun 2010 nama kabupaten Banyuwangi belumlah akrab di telinga masyarakat Indonesia. Banyuwangi hanyalah sebuah kabupaten yang berseberangan dengan pulau Bali. Jika hendak ke Bali dengan menyeberang lautan harus ke pelabuhan Ketapang-Banyuwangi. Jadilah hanya sebuah Kabupaten tempat singgah saja.  Masyarakat luar Banyuwangi juga hanya mengenal Kabupaten yang kini berjuluk " sun rise of Java " itu dengan desas desus sebagai kota santet. Berita dari mulut ke mulut yang belum tentu benar itu dengan mudah menyebar ke se-antero negeri ini. Banyuwangi juga dikenali dengan keangkeran Alas Purwo yang merupakan peninggalan Majapahit. Padahal di balik hutan atau alas yang terkenal angker itu tersimpan surga yang kini dikenal dengan G-Land. Pendidikan di Banyuwangi pun terbilang rendah. Tidak ada Universitas yang berjuluk negeri. Banyak anak yang...

Senyum Palsu si Mental Illness

( Photo Source: https://aihms.in/blog/importance-of-mental-health/)  Di bawah sinar mentari ia masih tampak bersinar dengan senyum manis menghiasi wajah berjerawatnya. Seperti bunga mawar mekar di pagi hari dengan butiran embun menghiasi kelopak indahnya.  Kaki masih kokoh menopang tubuh yang bergerak lebih sering dari biasanya. Tak terlihat rapuh sedikitpun. Padahal harusnya kaki itu lunglai tak sanggup berjalan. Tapi nyatanya tidak.   Dia justru dituntut menjadi kuat melewati arus deras kehidupan. Melewati badai yang harusnya mampu memporak porandakan hati, mental dan fisiknya.  Dia tak tumbang. Tak juga terlihat pucat diraut mukanya. Senyumnya tak lepas walau kadang tipis. Tidak bersembunyi di dalam goa yang gelap  untuk menghindari tatapan sepasang mata lain. Tidak peduli apa yang bergelayut di kepala manusia-manusia itu.  Titik tertinggi dari rasa kecewa dan amarah telah membuatnya diam. Pasrah dengan ombak besar yang berulang menerjangnya. D...