Rasulullah Saw bersabda.”Doa di antara kalian bakal di ijabahi, sepanjang kalian tidak tergesa-gesa, (sampai akhirnya) seseorang mengatakan, “Aku telah berdoa, tapi tidak diijabahi untukku. “ (HR. Bukhari-Muslim)
***
Kamu tidak akan mengerti yang namanya ketidak adilan jika kehidupanmu mudah terpenuhi. Yang kamu rasakan, kemudahan. Mudah mendapatkan apa yang kamu mau, tanpa harus berusaha keras, bahkan tanpa harus berdo’a siang dan malam. Kamu akan mengerti ketidak adilan ketika semua terasa sulit. Kamu baru akan benar-benar mengerti keadilan itu begitu dekat, ketika kamu menjadi orang yang tidak beruntung, kamu berusaha keras, berdoa disepanjang langkahmu lalu do’a itu ter-Ijabah. Bagaimana rasanya, hanya kamu yang bisa merasakan atas pengalamanmu.
Sekeras apapun manusia berusaha tanpa berdo’a mana akan berhasil. Kalaupun berhasil, hasil itu tak didasari oleh akar because of Allah. Do’a dalam kehidupan manusia adalah akar dari kehidupan. Tanpa do’a, hidup akan terasa terjal, bahkan hidup tapi mati. Allah ingin hambanya berusaha lebih keras, setelah berusaha lalu berdoa dan menyerahkan segalanya hanya pada-NYA.
Kapan doaku akan ter-Ijabah atau terkabulkan? Padahal aku sudah shalat wajib 5 waktu dan sering shalat sunnah? Mungkin banyak di antara kita dengan wajah dan nada frustasi bertanya-tanya seperi itu. Banyak manusia yang maunya segalanya instan. Kayak mie aja, instan hehee.. Tinggal di masukin ke air mendidih lalu sudah siap dimakan. Tapi tidak salah jika kita berkata seperti itu, karena kita hanya manusia biasa yang suka mengeluh. Tapi, dari ribuan do’a yang dipanjatkan apakah tidak ada yang ter-Ijabah? Pasti adakan, bahkan kita tidak bisa menghitungnya. Kuncinya, kita harus bersyukur dengan apa yang diberikan oleh Allah. Mungkin jika saat itu pula kita menginginkan sesuatu dan ingin sekali do’a kita di kabulkan, sehingga kita sangat tergesa-gesa dan memaksa Allah mengabulkan saat itu juga, dan ternyata doa belum juga ter-Ijabah lalu kita mengeluh dan menyalahkan Allah akhirnya malas berdo’a lagi. Bukan seperti itu caranya meminta kepada Allah Tuhan kita. Allah perlu kesabaran kita, Allah perlu usaha kita dan Allah perlu kelembutan kita.
Sabar. Kita tak bisa bersabar dan seakan menyerah dengan keadaan. Lalu bagaimana Allah mengangkat derajat kita. Kita di beri cobaan kecil saja tidak mampu apalagi besar. Maka sabar itu sangat penting, sabar akan di sayang Allah.
Usaha. Kita perlu yang namanya usaha keras dan tentunya Istiqomah. Jika usaha yang kita lakukan salah, pilihlah starategi lain jangan hanya satu strategi dan lakukan itu secara berulang-ulang atau Istiqomah. Allah mencintai hambanya yang suka berusaha.
Kelembutan. Allah adalah kekasih kita. Allah juga ingin kita beri kelembutan. Allah ingin, hambanya berdo’a kepada-NYA dengan bahasa yang santun, penuh kesabaran tidak tergesa-gesa. Sebelumnya lihat perumpamaan ini: Ada seorang anak kecil yang minta mainan kepada orang tuanya, namun orang tuanya tidak ingin membelikan sang anak mainan, bukan karena tidak punya uang tapi karena mainan sang anak sudah menumpuk di rumah. Sang anak terus-terusan meminta, namun sang anak tidak menangis dia tetap sabar. Di setiap kesempatan dia mengulang-ulang perkataannya “Ma...pengen mainan yang kemarin itu..” Dengan nada merengkek dan menarik-narik hijab sang mama, lalu memeluk mamanya dengan kelembutan. Sang mama tetap pada pendirianya, dengan lembut sang mama berkata. “Tidak sayang...” Sambil mengelus tubuh mungil si kecil. Si kecil merasa kecewa tapi tidak menangis dan tidak menyerah. Hal seperti itu ia ulang-ulangi setiap hari. Anak kecil itu juga tak tergesa-gesa, minta mamanya secepat munkin untuk membelikan mainan yang dia inginkan. Dia yakin pasti mamanya akan membelikan entah itu kapan. Sang mama merasa anaknya sungguh-sungguh ingin mainan itu, sampai pada akhirnya sang mama luluh dengan permintaan anaknya. Akhirnya sang mama membelikan mainan dan anak kecil itu senang bukan main.
Begitupun dengan saat kita berdoa kepada Allah. perlu kita aplikasikan dalam do’a, apa yang dilakukan anak kecil tadi untuk mendapatkan mainan yang diinginkannya. Ulangilah terus do’a yang kita minta kepada Allah dengan sabar dan kelembutan. Dan bersungguh-sungguhlah saat kita berdo’a. Alirkan apa yang ingin kita ungkapkan kepada Allah, jangan buat doa untuk main-main. Karena sesungguhnya Allah sangat menyukai hambanya yang bersunguh-sungguh, bukannya ada hadistnya juga kan? Bayangan, ketika kita terus mengulangi do’a kita dengan do’a yang sama, dengan sunguh-sungguh dan sabar, lembut pula. Apakah Allah akan membiarkan hambanya yang demikian sungguh-sungguh dan sabarnya bersedih. Tidak kan, pasti Allah akan mengabulkan. Kita tidak tahu kapan do’a itu akan terkabulkan. Yang saya tahu, yang jelas Allah akan mengabulkan do’a orang-orang sabar dan mau berusaha.
Sebenarnya semua tergantung kepada diri kita sendiri. Ketika kita yakin do’a yang kita panjatkan akan terkabulkan. Keyakinan itu berarti adalah pe-mer-kuat do’a, dan penambah daya untuk berpeluang besar akan dikabulkanya do’a. Sebaliknya, jika kita tidak yakin do’a yang kita panjatkan tidak dikabulkan. Ketidak yakinan itu akan menjadi pe-lemah do’a dan daya kekuatanpun tak ada. Peluang terkabulnya do’a semakin sempit.
Adil. Berperasangkalah bahwa Allah selalu adil, dan bersyukurlah atas keadilanya. Sering bermesraan dengan Allah, di waktu sunyi dan meneteskan air kesaksian atas ketulusan Do’a kita. Beristigfar mengakui kesalahan-kesalahan kita. Insyaallah, do’a kita akan berpeluang besar di Ijabah. Semuanya butuh do’a, sekecil apapun langkah kita perlu do’a. Hidup kita bisa seperti sekarang karena doa. So,berdo’alah dan yakinlah dikabulkan oleh Allah SWT. Ya Allah, Ya Walyyu, Wahai Allah Yang Maha Pengkabul.
Komentar
Posting Komentar