Langsung ke konten utama

Tempat Asyik , Ya De Djawatan Dong!

De Djawatan Benculuk - Tempat keren di Banyuwangi yang baru-baru ini menjadi idalam warga Banyuwangi, bahkan telah menjelma menjadi wisata andalan nasional. Djawatan memang memiliki pemandangan yang dapat membuat jatuh cinta para pecinta selfi. Kepopuleran De Djawatan cepat terdengar dikalangan pecinta selfi lantaran menyuguhkan pemandangan hijau yang menarik dan unik.

Pohon-pohon besar yang di setiap batangnya ditumbuhi oleh lumut dan benalu membuat pemandangan semakin menakjubkan. Walaupun suasana terasa angker lantaran pohon-pohon telah berusia tua dan banyak batang tergeletak di tanah serta beberapa pohon ambruk. Justru hal tersebut memperindah dan memperkaya daya kreatif para pengambil gambar.

Djawatan juga dikenal sebagai hutannya film Lord Of the Rings. Pohon-pohon yang besar nan hijau diklaim mirip dengan pohon-pohon yang berada dalam hutan Fangorn dalam film tersebut. Mirip atau tidak, yang jelas Banyuwangi dan Indonesia memiliki keajaiban alam yang indah. Tak perlu ke hutan Fangorn untuk melihat indahnya pohon-pohon hijau, cukup ke Djawatan Benculuk saja...

De Djawatan yang terletak di desa Benculuk, kecamatan Cluring, Banyuwangi kota diujung Jawa Timur itu awalnya merupakan kawasan hutan lindung. Hutan lindung ini dikelola oleh Perhutani KPH Banyuwangi selatan.

Gengs, ternyata Djawatan ini sudah ada sejak zaman Belanda lho. Dulunya merupakan Tempat Penimbunan Kayu (TPK) dari hasil hutan milik perhutani di kawasan selatan Banyuwangi.

Menariknya, sampai sekarang ada sekitar 50 pohon trembesi peninggalan zaman Belanda yang masih berdiri kokoh. Nah, gimana suasananya enggak angker coba... tapi tenang saja tidak pernah ada yang kesurupan kok...

Selain suasana yang hijau-hijau begitu menyatu dengan alam. Djawatan juga memiliki konservasi kelelawar. Terdapat juga ayunan sederhana yang talinya diikatkan pada pohon trembesinya, sehingga ayunan tersebut begitu panjang menjuntai dari ketinggian pohon hingga hampir menyentuh tanah. Rumah pohon dengan pemandangan langsung hamparan hijau juga dihadirkan di Djawatan.

Penasaran seperti apa sih Djawatan milik Banyuwangi tuh?

Mau bukti?

Ini keindahan sekilas Djawatan yang dipotret dengan kamera android.

Bagi kamu yang cinta banget sama yang namanya selfi dan lagi nyari spot keren, ini nih tempatnya..
Bahkan pohon yang tergeletak di tanah pun membuat semakin mempesona.... orangnya mah ndak,,, hahaha

Kalau kamu kreatif bisa membuat kamu menakjubkan di antara pepohonan raksasa itu..

Djawatan juga cocok banget menjadi tempat pilihan liburan bersama teman dan sahabat. Suasana yang bersatu dengan alam bisa semakin ngakrabin persahabatan deh.. 



Hmm... dijadiin tempat jalan-jalan bersama keluarga maupun gebetan atau pacar juga cocok banget lho...photonya hanya contoh yaa... apalagi di buat prewedding wah cucok abiss....



Bergantung keahlianmu juga sih dalam masalah mengambil engel motret yang bagus hahaha
Tapi dijamin kamu bakal puas banget jalan-jalan dan ngambil photo di Djawatan..

Oh ya, sedikit info nih...
Gengs, Djawatan buka dari hari Senin-Minggu mulai pukul 08.00-17.00. 
kamu hanya perlu mengeluarkan uang 2.000 sebagai tiket. Dan uang parkir 1.000 untuk motor dan 5.000 untuk mobil. Murah banget kannnn???


Salam Positif!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banyuwangi Sebelum dan Setelah di Benahi Azwar Anas

                            Surabaya-Banyuwangi- Sebelum memasuki tahun 2010 nama kabupaten Banyuwangi belumlah akrab di telinga masyarakat Indonesia. Banyuwangi hanyalah sebuah kabupaten yang berseberangan dengan pulau Bali. Jika hendak ke Bali dengan menyeberang lautan harus ke pelabuhan Ketapang-Banyuwangi. Jadilah hanya sebuah Kabupaten tempat singgah saja.  Masyarakat luar Banyuwangi juga hanya mengenal Kabupaten yang kini berjuluk " sun rise of Java " itu dengan desas desus sebagai kota santet. Berita dari mulut ke mulut yang belum tentu benar itu dengan mudah menyebar ke se-antero negeri ini. Banyuwangi juga dikenali dengan keangkeran Alas Purwo yang merupakan peninggalan Majapahit. Padahal di balik hutan atau alas yang terkenal angker itu tersimpan surga yang kini dikenal dengan G-Land. Pendidikan di Banyuwangi pun terbilang rendah. Tidak ada Universitas yang berjuluk negeri. Banyak anak yang...

Senyum Palsu si Mental Illness

( Photo Source: https://aihms.in/blog/importance-of-mental-health/)  Di bawah sinar mentari ia masih tampak bersinar dengan senyum manis menghiasi wajah berjerawatnya. Seperti bunga mawar mekar di pagi hari dengan butiran embun menghiasi kelopak indahnya.  Kaki masih kokoh menopang tubuh yang bergerak lebih sering dari biasanya. Tak terlihat rapuh sedikitpun. Padahal harusnya kaki itu lunglai tak sanggup berjalan. Tapi nyatanya tidak.   Dia justru dituntut menjadi kuat melewati arus deras kehidupan. Melewati badai yang harusnya mampu memporak porandakan hati, mental dan fisiknya.  Dia tak tumbang. Tak juga terlihat pucat diraut mukanya. Senyumnya tak lepas walau kadang tipis. Tidak bersembunyi di dalam goa yang gelap  untuk menghindari tatapan sepasang mata lain. Tidak peduli apa yang bergelayut di kepala manusia-manusia itu.  Titik tertinggi dari rasa kecewa dan amarah telah membuatnya diam. Pasrah dengan ombak besar yang berulang menerjangnya. D...