Dunia sekolah telah mengenalkan kita pada kehidupan organisasi. Sejak SMP sudah ada Organisasi Siswa Intera Sekolah (OSIS) yang bisa diikuti. Kalau pun memilih tidak mendaftarkan diri karena merasa masih kecil banget alias belum bisa move on dari kehidupan SD. Kita juga diajarkan hidup demokrasi yaitu memilih ketua OSIS. Selain itu juga Pramuka yang memang wajib, tetapi para pemberani lebih memilih menjadi Dewan Ambalan (DA).
Ada keuntungan tersendiri mengikuti organisasi sejak SMP, yaitu pasti karena masih belum dewasa sehingga dengan organisasi merasa terkenal. Dikenal banyak anak dan dikenal banyak guru juga. Juga akan menjadi lebih berani ketika memasuki bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Saat SMA pasti ada rasa ingin kembali mengikuti organisasi. Karena tingkat tantangan organisasi di setiap jenjang itu berbeda.
Organisasi di SMA lebih banyak dibanding di SMP. Di SMA kita bisa memilih mengikuti OSIS, PMR, Pramuka, dan Komunitas-komunitas bermanfaat lainya seperti bela diri, jurnalistik dan berkaitan dengan ilmiah juga tersedia. Pertanyaanya adalah apakah kita berminat untuk mengikuti? Atau mungkin berfikiran menyerah mengikuti OSIS karena ada seleksinya. Atau bahkan tidak ingin mengikuti karena membenci dunia organisasi dan menganggap anak organisasi itu terlalu sok, sok sibuk, banyak omong dan pinter cari muka?
Ya itu pilihan sih. Kita udah punya niat ikut organisasi itu dah bagus, berarti kita ingin memperbaiki kualitas diri. Maksudnya, kehidupan organisasi bisa dikatakan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita kedepannya. Dengan berorganisasi kita akan menemui orang yang memiliki pemikiran luas, kepribadian yang berbeda-beda dan tentunya memiliki banyak kenalan dengan kelas berbeda-beda.
Kenapa saya katakan memiliki pemikitan luas? Karena ketika berkumpul untuk membicarakan kegiatan, pikiran mereka akan terpusat kekeberhasilan kegiatan. Mencari strategi terbaik dan berusaha memecahkan masalah sekecil apa pun, sehingga kita dilatih untuk berfikir kritis, efektif serta mencari cara tepat sasarn pula. Juga kita akan mengenal karakter yang beda-beda sehingga kita akan mudah kedepannya ketika kita bergabung atau mengenal banyak orang karena kita sudah mempelajari karakter banyak orang. Dan tentunya organisasi mengenalkan kita kepada orang-orang yang sebelumnya belum pernah kita kenal, jadinya banyak teman. Sehingga kita memiliki kehidupan yang berwarna-warni. Ketika kita dengan teman dekat yang biasa bersama kita bisa melakukan kebiasaan. Namun ketika kita bersama teman organisasi kita bsia melakukan hal yang berbeda, kadang pula lebih tak terduga. Biasanya, hiking bareng atau liburan teman organisasi bareng sehingga memiliki keakraban dengan banyak teman.
Jangan pernah merasa puas dengan organisasi yang pernah kita ikuti di waktu SMA. Pengalaman kita belum cukup jika hanya mengandalkan kehidupan organisasi sekolah saja. Ketika duduk dibangku kuliah pilihan untuk berorganisasi lebih beragam. Banyak organisasi yang sesuai dengan minat, hobi dan bakat kita. Ada organisasi tingkat jurusan seperti, tingkat fakultas dan tingkat universitas (seperti osis). Organisasi khusus di bidang keagaamn, komunitas olaraha, komunitas menulis, komunitas musik, komunitas seni dan masih banyak lagi ada di kampus.
Rugi sekali bila kita merasa puas dengan organisasi yang pernah diikuti waktu SMA. Sebagai manusia yang siap dengan dunia persaiangan yang semakin ketat justru pengalaman organisasi harus ditingkatkan. Organisasi di kampus memiliki tantangan jauh lebih dan lebih menantang dari pada waktu SMA. Orang-orang yang ditemui pun juga jauh lebih beragam dan luar biasa.
Mengikuti organisasi terutama organisasi besar di kampus yang sering mengadakan kegiatan dengan target sasaran keluar. Akan mendekatkan kita ke dunia luar yang setelah tidak lagi menjadi mahasiswa akan kita hadapi. Kita akan menghadapi perjuangan menyukseskan kegiatan yang sudah dirancang berbulan-bulan dan harus sukses. Juga sering melibatkan banyak orang besar di dalamnya sehingga kita berkesempatan belajar bertemu dengan orang besar sebelum lulus.
Menjadi bagian dari pengurus organisasi juga seharusnya tidak hanya sekedar mencari pengalaman. Tetapi berusaha memperbaiki kekuarangan organisasi dan berusaha menghidupi organisasi jangan mencari kehidupan di organisasi. Bukan selalu menerima tetapi memberi dengan ketulusan. Ketika diberi tanggungjawab pun juga sebaiknya dilakukan dengan sepenuh hati. Berkorban demi kesuksesan acara dan punya rasa malu bila tidak ada perkembangan padahal acara semakin dekat.
Organisasi juga mengajarkan kita menjadi seorang pemimpin. Keberhasilan suatu organisasi atau kegiatan bisa dilihat dari cara pemimpin mengarahkan anggotanya. Kita bisa memilih, mau menajdi pemimpin yang hanya menyuruh lalu mengevaluasi atau menjadi pemimpin yang mengerti anggota dengan ikut bagian di dalamnya. Biasanya jika pemimpin hanya menyuruh dan mengevaluasi anggota akan tidak bersemangat. Tetapi bila pemimpin loyal dan suka membantu dan perhatian maka anggota akan senang melakukan apa yang harus dilakukan. Kita tidak bisa menjadi pemimpin egois. Mentang-mentang memiliki jabatan lalu tidak pernah terjun langsung eh tiba-tiba marah-marah. Itu salah besar! Jadilah pemimpin yang dicintai anggota agar anggota melakukan tanggungjawabnya bersemangat dengan sendirinya tanpa dipaksa.
ket: Organisasi membuat saya berani menyampaikan aspirasi dan rewardnya bertemu dengan artis ibu kota, Meyda Sefira.
Sedikit berbagi pengalaman tentang kehidupan organsasi yang pernah saya alami. Saya adalah perempuan pendiam yang tak banyak tingkah dan tidak banyak bicara. Ketika duduk dibangku SMP saya takut untuk ikutan organisasi apapun. Namun saya memiliki niat di mana saya harus ikut OSIS di SMA. Dan itu saya wujudkan. Saya benar-benar mengikuti setiap tahap seleksi pemilihan pengurus osis. Saya yang pendiam tiba-tiba berani berbicara saat seleksi debat. Membuat saya sadar, jika saya berani mencoba ternyata saya bisa.
Akhirnya saya lolos seleksi hingga tahap akhir. Banyak hal baik dan luar biasa yang saya rasakan setelah saya menjadi pengurus OSIS. Selain Osis dulu saya juga mengikuti karate tetapi hanya bertahan satu setengah tahun. Saya banyak kenal kakak kelas dan teman-teman beda kelas. Fokus saya menjadi dua yaitu kegiatan Osis dan mata pelajaran sekolah. Sehingga sering pulang sore bahkan hingga malam karena ada kegiatan. Tetapi saya sangat senang melakukannya. Menjadi pengurus juga telah membuat saya semakin berani tampil di depan. Saya sangat senang melakukan presentasi di depan kelas dan debat. Sampai teman-teman melarang saya untuk bertanya ketika kelompok lain presentasi karena dinilai pertanyaan saya sulit terjawab. Dan hingga kebanyakan tidak percaya jika saya ini aslinya pendiam cuma gara-gara sering tampil di depan. Tapi sesungguhnya saya hanya banyak bicara saat presentasi dan diskusi. Di balik itu saya tetap menjadi orang yang tak banyak bicara.
Lalu di periode selanjutnya saya masih tetap menjadi pengurus dengan jabatan yang lebih tinggi. Semakin menikmati setiap perjalanan kehidupan organisasi. Perubahan begitu besar dari tahun sebelumnya. Hampir semua guru mengenali saya yang pendiam ini. Beberapa kali saya dimintai pertolongan oleh guru untuk menjadi pembawa acara, atau sekedar menjadi operator. Saya senang sekali bisa dekat dengan guru-guru, bisa dikenali tanpa menyebutkan nama dan lebih senang saya dikenali bukan karena keburukan saya. Efek dari itu semua semakin saya rasakan ketika mendekati kelulusan yaitu banyak yang mendoakan bisa kuliah dan lain-lain. Dan ketika lolos SNMPTN UNESA banyak menerima ucapan selamat dan kebanggaan dari guru-guru. Sampai guru saya bersemangat mencarikan tempat tinggal yang di mana saya pasti akan nyaman, Yaitu tempat tinggal yang dekat dengan organinasi.
Berkat beliaulah saya kembali berada di dalam dunia organisasi. Sejak semester pertama saya sudah disibukkan dengan organisasi yang sangat bermanfaat. Lalu di tahun kedua saya mengikuti beberapa kepanitiaan kegiatan jurusan dan kegiatan fakultas. Di tahun ke tiga saya mulai aktif di organisasi jurusan. Ketika itu ada tiga organisasi yang saya fokuskan dan beberapa kepanitiaan dengan kegiatan penting yang saya ikuti. Masing-masing organisasi dan kepanitiaan memiliki tanggungjawab penting yang tidak bisa ditinggalkan. Juga kita sebagai mahasiswa tidak boleh meninggalkan tangungjawab atas tugas kuliah. Dari sinilah saya banyak belajar mengatur manajemen waktu. Juga belajar tetap melakukan tanggungjawab walau masih banyak tanggungjawab lain. Bila itu menjadi tanggungjawab kita ya tetap harus dikerjakan semampu kita bukan malah ditinggalkan karena alasan kegiatan lain. Kesibukan itu belum seberapa dibandingkan dengan kesibukan kita selepas lulus kuliah. Intinya lakukan semua dengan cinta agar terasa lebih mudah.
Apakah kalian masih ragu untuk ikut organisasi?
Terimakasih telah menyempatkan membaca blog sederhana saya. Semoga bermanfaat dan dapat memotivasi dan menginspirasi gengs...
Salam Positif!

Komentar
Posting Komentar