Hai kawan-kawan yang terus berjuang bangkit dari rasa nyerahnya....
GALAU- Perasaan yang sering datang tanpa di undang. Ya tentunya lah tak ada seorang pun yang mengharapkan perasaan galau menghampiri hidupnya. Dan jiwa-jiwa yang lemah ini pun tak mampu menolak hadirnya si GALAU.
Sebagai manusia tentunya sering menghadapi rasa menyerah karena kecewa dan gagal dari perjuangan. Sedih dan sakit karena kehilangan dan penghianatan. Rasa kekurangan karena memandang yang lebih tinggi. Iri karena tak bisa mendapatkan apa yang dicapai orang lain. Dan masalah-masalah kecil yang dibesar-besarkan.
Rasa-rasa itu memimpin pikiran lalu menyebabkan galau yang berkepanjangan. Dan siapa bilang menyerah itu tidak boleh? Boleh kok asal tidak lupa caranya bangkit kembali. Istirahat sejenak dari berjuang tidaklah salah, asal jangan sampai tertidur pulas. Artinya, tetap gunakan kesempatan di saat galau sekalipun. Intropeksi apa yang kurang, berbesar hati menerima kenyataan sehingga kecewa tidaklah berlarut-larut. Setelah menemukan semua itu secepatnya berusaha bangkit.
Sedih dan sakit adalah perasaan manusiawi. Namanya kehilangan tidak ada seorang pun yang kuat pasti memiliki rasa sedih walau tidak lama. Juga sakit karena penghianatan itu juga wajar karena menghilangkan kepercayaan yang telah ditanam. Namun tetaplah tidak baik bila bersedih dan sakit berlarut-larut. Perasaan sedih akan membuat hidup tidak semangat dan kehilangan keceriaan. Perasaan sakit terus-menerus juga hanya akan membuat hati mengunci dari orang baru yang bahkan dapat memberikan kebahagiaan. Tanamkan rasa ikhlas, legowo atau neriman (menerima). Yang ada pasti tiada dan yang datang juga akan pergi. Tetapi Tuhan Maha Baik, pasti akan memberi penggantinya. Juga ketika kita merasa sakit hati. Jika kita terus memikirkan sakit hati yang menimpa kita tanpa memberi kesempatan untuk menerima. Hanya akan membuat hati kita semakin sakit, menimbulkan rasa amarah dan benci. Kasian sekali kan? Harusnya bisa bahagia tetapi terus terluka karena kesempatan menerima tidak ada. Baiklah, memang sakit pakai banget lagi. Tetapi jika kita tidak memberi kesempatan untuk menerima apa yang terjadi, apa itu akan membuat hidup lebih baik? Nggak kan! Belajar menerima dan memaafkan. Berbanggalah setelahnya karena kamu cukup kuat untuk melaluinya.
Merasa hidup kekurangan dan iri terhadap apa yang didapatkan orang lain. Sebenarnya masalahnya hanya satu! apa? Kurang Bersyukur. Belajarlah bersyukur dari hal-hal yang kecil. Belum tentu lo orang yang kaya punya segalanya itu bahagia. Kadang orang yang sudah memiliki segalanya masih merasa tidak puas. Banyak juga orang yang hidupnya biasa aja sangat bahagia. Ya itu tadi kuncinya, bersyukur. Banyak-banyak mensyukuri apa yang diberi oleh Tuhan salah satu kunci kebahagiaan hidup. Bahagia itu tidak diukur dari materi aja lhoo... Bukalah mata lebar-lebar dan lihatlah disekitar kita banyak hal yang dapat kita ambil untuk dijadikan bahan renungan. Misalnya, kita dikirimkan teman-teman yang mau bersusah senang dengan kita. Sehingga ketika kita ada masalah ada yang bersedia membantu kita.
Jangan lupa selalu sertakan Allah disemua keadaan. Berdo'a dengan sabar dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan. " Apa yang sedang kita panjatkan, sedang Tuhan kerjakan" Jangan khawatir dengan kesedihan, sakit hati dan perasaan yang menyebabkan galau lainnya. Selalu berusahalah untuk melalui ujian yang datangnya dari Allah pasti Allah akan memberi hikmahnya dan mengganti dengan sesuatu yang lebih. Jika kita diberikan cobaan tandanya Allah percaya bahwa kita mampu melaluinya.
Bersyukur atas apa yang diberikan Allah kepada kita. Merasalah cukup bukan selalu merasa kurang. Jika kita terus merasa kekurangan hanya akan menyiksa diri. Nikmati apa yang telah Dia beri. Rasakan nikmat-nikmat yang telah sering kau dustakan itu. Maka hidup akan terasa tenang dan bersahabat dengan kita.
Apakah kita mau hati semakin sakit karena rasa kecewa? Semua itu merupakan pilihan. Mau terus-terusan sakit dan mengingat-ingat kekecewaan atau menganggap semua adalah warna-warni hidup yang memang harus ada. Justru masalah yang datang dalam hidup kita itu suatu keuntungan bagi hidup lho. Jika kita berusaha menyelesaikan dengan sabar dan menerima maka kita telah belajar kedewasaan hidup. Membesarkan hati untuk memaafkan. Belajar menjadi kuat walau angin kencang berusaha merobohkan kita. Dan yang paling besar adalah mencintai diri kita, bahwa kita ini harus bisa bersyukur, menerima dan bahagia. Masalah harus diselesaikan dengan cepat agar hidup kita bahagia.
Jika kita bahagia maka kita akan dapat menyetrumkan aura positif pada orang lain. Kita juga akan sempat memikirkan kebahagiaan orang lain. Dan membahagiakan orang lain adalah kebahagiaan yang tak dapat diukur.
Gengs, ayo syukuri, nikmati, jalani hidup kita dengan sebaik-baiknya. Pasti kita bisa!
Maaf kalau menggurui hanya ingin menebarkan rasa semangat agar kalian bahagia terus...
Salam Positif



Komentar
Posting Komentar