Langsung ke konten utama

Pesona Bromo di Balik Keindahan Pelangi Mentari Pagi



Bromo benar-benar menakjubkan apalagi jika baru pertama kali memijakkan kaki di gunung yang memiliki lautan pasir itu. Ntah dengan cara yang bagaimana bersyukur terbaik karena mata ini dapat dimanjakan oleh keajaiban ciptaan-Nya. 

Gunung Bromo- Memiliki pesona luar biasa yang dapat memikat hati para calon pengunjung maupun yang pernah mengunjungi. Tak hanya berdiri kokoh sebagai kawasan pegunungan yang berjejer tetapi dilengkapi dengan lembah, ngarai, caldera atau lautan pasir yang luasnya mencapai sekitar 10 Km.

Gunung yang masuk dalam satu kawasan Bromo Tengger Semeru  Nasional Park ini berada dalam empat lingkungan kabuten yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Kabupaten Malang. Dan terdapat beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi seperti, Gunung Semeru,Gunung Tengger, Gunung Batok, dan beberapa danau. 

Bagi masyarakat sekitar kawasan Gunung Bromo atau terkenal dengan sebutan suku tengger, Bromo merupakan gunung yang disucikan. Setiap satu tahun sekali Masyaratat Tengger menggelar upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini berpusat di sebuah pura yang berada di bawah gunung Bromo dan hamparan lautan tengah lautan pasir. Lalu dilanjutkan naik ke puncak Gunung Bromo.

Akses menuju Kawasan Taman Nasional Gunung Bromo sangat mudah. Bisa menggunakan sepeda motor maupun mobil ataupun bus pariwisata. Jalan beraspal halus dengan pemandangan menakjubkan di kanan dan kiri. Jejeran bukit dan pegunungan berdiri indah dengan ladang yang ditumbuhan berbagai macam sayuran dan bunga-bunga. 

Perjalanan menuju Gunung Bromo terdapat POM Bensin, POM MINI, warung dan  masjid. Jadi bila kehabisan bahan bakar atau haus bisa menghampirinya. Semakin mendekati pintu masuk Gunung Bromo terdapat banyak perumahan warga yang di jajakan sebagai tempat penginapan. Jika ingin menginap, sebaiknya mencari di tempat yang bawah karena lebih murah dengan harga 100-150 per kamar. Bila hari libur, kawasan atas sudah penuh sehingga harus memesan jauh-jauh hari. 

Puncak Gunung Bromo sangat indah dijadikan tempat melihat cantiknya matahari terbit. Biasanya pukul 3 pagi para pengunjung sudah menuju puncak. Ada yang memilih menempuh lautan pasir dengan naik jeep sewaa, mobil pribadi, ojek motor trail, motor pribadi atau berjalan kaki. Namun  naik motor dapat menyebabkan beberapa kendala yaitu motor sering tidak kuat menempuh halusnya pasir dan motor bisa terpeleset atau berhenti. Atau akan bersalipan dengan dengan jeep dan mobil-mobil sehingga menyusahkan perjalanan. Tetapi bila anda merupakan pengguna motor yang keren maka dengan merasa tertantang akan mudah di lalui. (Pengalaman Pribadi ya...)




Sebelum menaiki tangga gunung, pengunjung bisa juga memilih menunggang kuda atau jalan kaki. Saya rasa jalan kaki akan lebih seru dan terasa mendaki yang keren hehehe...
Puncak pastinya dipenuhi oleh pengunjung. Maka dari itu anda harus berhati-hati karena jalan puncak begitu sempit. Jangan sampai anda jatuh ke kawah atau jatuh ke lautan pasir dari puncak. Dari puncak akan terlihat jejerean pegunungan indah yang tingginya sama dengan tinggi badan anda. Anda juga menyasikan begitu besar dan menakjubkan  ciptaan Tuhan dan kita berasa kecil sekali. Jangan lupa juga bila tak tahan bau belerang anda harus memakai masker karena biasanya belerang bau menyengat. 

Matahari akan mucul perlahan. Kuning keemasan memancar ke raut muka yang hanya diguyur oleh cuci muka. Indah. Begitu indah sekali. 


Saya cukup miris ketika turun. Sampah berserakan di antara jurang yang tak dalam. Itu bukan disediakan untuk tempat sampah ya... tolonglah jaga keindahan Gunung Bromo dari tanganmu yang nakal gengs...

Rupanya keberutungan sedang berpihak kepada hamba yang kecil ini. Saat akan meninggalkan Gunung Bromo dengan melalui kawasan lautan pasir. Saya melihat pelangi membentang dari kanan hingga ke kiri mengelilingi gunung Batok. Begitu luar biasa indahnya. Pelangi muncul cukup lama dan sungguh terlihat gradasi warnanya. Merah, kuning, hijau, ungu mempercantik Bromo di pagi hari.




Kembali melintasi lautan pasir saat sudah terang lebih banyak cobaannya. Karena pasir-pasir lebih mudah berterbangan saat di lalui apalagi jeep berseliweran di kanan kiri. Terpaksa mengalah karena menghindari semburan pasir nakal. Alhasil motor berubah warna hehhe...



Terimakasih, saya hanya ingin mengungkapkan kekaguman saya terhadap alam Indonesia dengan cara menulis artikel ringan.

Salam Positif!



Komentar