Langsung ke konten utama

Traumma

 

Photo source https://f4tim3.wordpress.com/2010/12/10/10-december-2010/sad/


Takut. Peristiwa yang sempat mencabik-cabik hati dan mengoyak-ngoyak mental menimbulkan rasa berlebihan terhadap banyak hal. 

Kebohongan demi kebohongan telah mengubah cara pandang terhadap orang lain. Orang yang terlihat manis, baik, sabar, pekerja keras dan beriman, telah menghempaskan begitu keras pada kenyataan. Menghancurkan kepercayaan yang pernah ditanam dan ditata kembali. 

Trust issue. Sulit memiliki kepercayaan kepada orang lain. Seorang telah menghancurkan kepercayaan namun seolah semua tak dapat dipercaya. Bagaimana dapat lagi mempercayai? Seorang yang begitu terlihat membawa kita ke cakrawala sambil memperlihatkan keindahan alam semesta dari atas sana. Kenyataanya seorang itu yang juga memperlihatkan kejamnya dunia. 

Bagaimana dia bisa mempercayai orang lain yang baru ia temui? Jangankan orang baru, dia juga takut dunia bersandiwara padanya. 

Terlihat baik belum tentu benar-benar baik. Lalu bagaimana mengenali orang yang benar-benar baik dari hatinya? Jika orang yang terlihat baik sedemikian rupa telah menyimpan dusta besar?

Bersyukur dikaruniai penghiatan kepercayaan agar bisa belajar dan belajar. Agar bisa berhati-hati. Agar tak lagi salah memimilih. Namun juga sungguh menganggu. Membuat semua tampak berlebihan. 

Curiga berlebihan kepada orang lain. Mengenal orang baru dimedia sosial hanya untuk berteman atau berbisnis, jadi berfikir mereka akan membohongi, mereka akan memberi harapan palsu dalam bisnis yang dijalani. Bertemu dengan orang baru yang tiba-tiba datang ke rumah, berfikir mereka akan berbuat kejahatan sehingga bersikap sinis. 

Bersikap over thinking dengan berbagai pertemuan. Tak hanya itu, berfikir bisa saja orang-orang disekitar mencurangi dan menjatuhkan. 

Mengapa bisa demikian? Rusak. Telah rusak rasa percaya kepada orang lain karena penghianatan kejam. Takut. Takut mengalami hal serupa yang dilkukan orang lain. Kapok. Trauma. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banyuwangi Sebelum dan Setelah di Benahi Azwar Anas

                            Surabaya-Banyuwangi- Sebelum memasuki tahun 2010 nama kabupaten Banyuwangi belumlah akrab di telinga masyarakat Indonesia. Banyuwangi hanyalah sebuah kabupaten yang berseberangan dengan pulau Bali. Jika hendak ke Bali dengan menyeberang lautan harus ke pelabuhan Ketapang-Banyuwangi. Jadilah hanya sebuah Kabupaten tempat singgah saja.  Masyarakat luar Banyuwangi juga hanya mengenal Kabupaten yang kini berjuluk " sun rise of Java " itu dengan desas desus sebagai kota santet. Berita dari mulut ke mulut yang belum tentu benar itu dengan mudah menyebar ke se-antero negeri ini. Banyuwangi juga dikenali dengan keangkeran Alas Purwo yang merupakan peninggalan Majapahit. Padahal di balik hutan atau alas yang terkenal angker itu tersimpan surga yang kini dikenal dengan G-Land. Pendidikan di Banyuwangi pun terbilang rendah. Tidak ada Universitas yang berjuluk negeri. Banyak anak yang...

Senyum Palsu si Mental Illness

( Photo Source: https://aihms.in/blog/importance-of-mental-health/)  Di bawah sinar mentari ia masih tampak bersinar dengan senyum manis menghiasi wajah berjerawatnya. Seperti bunga mawar mekar di pagi hari dengan butiran embun menghiasi kelopak indahnya.  Kaki masih kokoh menopang tubuh yang bergerak lebih sering dari biasanya. Tak terlihat rapuh sedikitpun. Padahal harusnya kaki itu lunglai tak sanggup berjalan. Tapi nyatanya tidak.   Dia justru dituntut menjadi kuat melewati arus deras kehidupan. Melewati badai yang harusnya mampu memporak porandakan hati, mental dan fisiknya.  Dia tak tumbang. Tak juga terlihat pucat diraut mukanya. Senyumnya tak lepas walau kadang tipis. Tidak bersembunyi di dalam goa yang gelap  untuk menghindari tatapan sepasang mata lain. Tidak peduli apa yang bergelayut di kepala manusia-manusia itu.  Titik tertinggi dari rasa kecewa dan amarah telah membuatnya diam. Pasrah dengan ombak besar yang berulang menerjangnya. D...