Langsung ke konten utama

Fight, Positif Thinking and Do It

 

Photo source : https://id.pinterest.com/pin/702420873114132531/?amp_client_id=CLIENT_ID%28_%29&mweb_unauth_id=%7B%7Bdefault.session%7D%7D&amp_url=https%3A%2F%2Fid.pinterest.com%2Famp%2Fpin%2F702420873114132531%2F&open_share=t


Fight. Berjuang melawan diri sendiri. Melawan rasa menyerah, stres dan depresi. Menangis hingga terisak boleh asal tidak perlu berlarut-larut. Menyerahpun juga boleh asal jangan lama-lama dan harus tahu bagaimana caranya bangkit. Tidak perlu terburu-buru bangkit cukup pelan-pelan saja sambil menata hati. Menemukan sumber cahaya yang dapat menjadi kekuatan akan membantu memenangkan perlawanan dari bisikan menyerah. Berjuang, karna hanya kamu yang bisa memperjuangkan dirimu sendiri bukan orang lain. Berjuang karna masih diberi umur untuk mengarungi kehidupan baru. Berjuang cuma kamu yang bisa membahagiakan dirimu.

Positif thinking. Ingat! Semua peristiwa yang terjadi dalam hidup sudah sesuai takaran. Allah memberikanmu ujian karna tahu kamu akan bisa melewati. Jika sabar dan yakin maka Allah akan selalu menemanimu, mengulurkan tanganmu dan memelukmu. Tapi jika berburuk sangka padaNya maka yang terjadi sesuai dengan apa yang dipikirkan. Berpikir positif, semua ada hikmahnya. Semua akan mudah dan pasti ada jalan keluar yang membewa kedalam ketenangan. Berpikir positif, roda berputar tak selama kesedihan bersemayam dihati pasti akan segera pergi. 

Do it. Lakukan, iya apa yang ada dalam hidupmu detik ini cukup jalani. Kamu sendiri yang akan menentukan hidupmu seperti apa. Jalani yang ada tak usah mengkhawatirkan masa depan. Tak usah berlarut-larut dalam masa lalu yang bisa mencabik hatimu dan merenggut bahagiamu. Jalani saja masa depan masih panjang banyak kesempatan emas di sana. 

Jalani saja, buka lembaran baru dengan kisah kisah yang warna warni dengan cerita dan tokoh baru. Jika masih ada yang membicarakanmu atau memandangmu tak karuan cukup i don't care aja. 

Berjuang, berpikir positif dan jalani hidup saat ini dengan penuh keyakinan. Lakukan apa yang ingin dilakukan yang jelas tak menginjak yang lain. Jika masih ada rasa menyerah ingat Tuhan masih memberimu nafas itu tandanya hrus terus berjuang. Jika masih ada pikiran negatif ingat Tuhan sesuai prasangka manusia. Dan jika mengkhawatirkan masa depan ingat juga tak ada yang tahu dengan masa depan. Tutup mulut untuk berbagi masalah. Tutup mata untuk pura-pura buta dengan pandangan orang lain. Dan tutup telinga atas bisikan-bisikan jahat. 

Lalu segeralah belajar untuk ikhlas. Ikhlas yang membantu menenangkna hati dan pikiran. Jika suatu waktu pikiran dibawa mundur ke belakang, kamu sudah ikhlas. Kamu tidak akan menyalahkan orang lain. Kamu akan sadar ini semua karna Allah. Karena Allah sayang sama kamu. Kamu dijauhkan dari hal buruk dengan ujian menimpamu. Iya lupa, bersyukur juga akan membantumu ikhlas. Syukuri apa yang terjadi dan yang saat ini kamu miliki. fighting for the new journey! Do the best for your happiness. Smile a lot

You can be the winner

You can do it



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banyuwangi Sebelum dan Setelah di Benahi Azwar Anas

                            Surabaya-Banyuwangi- Sebelum memasuki tahun 2010 nama kabupaten Banyuwangi belumlah akrab di telinga masyarakat Indonesia. Banyuwangi hanyalah sebuah kabupaten yang berseberangan dengan pulau Bali. Jika hendak ke Bali dengan menyeberang lautan harus ke pelabuhan Ketapang-Banyuwangi. Jadilah hanya sebuah Kabupaten tempat singgah saja.  Masyarakat luar Banyuwangi juga hanya mengenal Kabupaten yang kini berjuluk " sun rise of Java " itu dengan desas desus sebagai kota santet. Berita dari mulut ke mulut yang belum tentu benar itu dengan mudah menyebar ke se-antero negeri ini. Banyuwangi juga dikenali dengan keangkeran Alas Purwo yang merupakan peninggalan Majapahit. Padahal di balik hutan atau alas yang terkenal angker itu tersimpan surga yang kini dikenal dengan G-Land. Pendidikan di Banyuwangi pun terbilang rendah. Tidak ada Universitas yang berjuluk negeri. Banyak anak yang...

Senyum Palsu si Mental Illness

( Photo Source: https://aihms.in/blog/importance-of-mental-health/)  Di bawah sinar mentari ia masih tampak bersinar dengan senyum manis menghiasi wajah berjerawatnya. Seperti bunga mawar mekar di pagi hari dengan butiran embun menghiasi kelopak indahnya.  Kaki masih kokoh menopang tubuh yang bergerak lebih sering dari biasanya. Tak terlihat rapuh sedikitpun. Padahal harusnya kaki itu lunglai tak sanggup berjalan. Tapi nyatanya tidak.   Dia justru dituntut menjadi kuat melewati arus deras kehidupan. Melewati badai yang harusnya mampu memporak porandakan hati, mental dan fisiknya.  Dia tak tumbang. Tak juga terlihat pucat diraut mukanya. Senyumnya tak lepas walau kadang tipis. Tidak bersembunyi di dalam goa yang gelap  untuk menghindari tatapan sepasang mata lain. Tidak peduli apa yang bergelayut di kepala manusia-manusia itu.  Titik tertinggi dari rasa kecewa dan amarah telah membuatnya diam. Pasrah dengan ombak besar yang berulang menerjangnya. D...