Langsung ke konten utama

Memang Dunia Tak Berhak Tahu

Kata orang galau, move on dari orang yang begitu kita cintai dan harapkan susahnya melebihi menyembuhkan luka karena sakit hati. Memang! Saat rasa ini sudah tertanam kuat maka akan sulit dicabut, kalaupun dicabut akarnya tidak akan mati. Terus hidup dan tumbuh bahkan bunganya bisa mekar lagi. Itulah yang mungkin Ara alami. Hatinya terasa terikat erat mencintai laki-laki yang ia panggil Abang. Menurutnya, abang tidaklah rupawan dibanding dengan kebanyakan laki-laki yang menunggunya. Abang hanyalah laki-laki biasa yang memiliki cara unik mencintai Tuhan, karena itulah Ara menaruh harapan yang tak hanya harapan biasa.

Ara tahu, ia bukanlah wanita yang pantas berada di sisi Abang. Beberapa kali ia menepis perasaannya namun sebuah misteri yang pernah menjadi kisah di antara mereka selalu bergelayut di memori tajamnya. Saling suka diam diam pada masa SMA dan tak bisa saling memiliki. Serta anehnya tingkah Abang kala salah tingkah di depan mata Ara. Itu semua menggemaskan untuk di kenang. Ara tak pernah bisa melupakan walau ia sempat memiliki komitmen dengan seorang yang berparas manis dan baik hati. Seluruh kasih yang ia tumpahkan kepada seorang itu tak mampu menutupi harapan tingginya pada Abang. Apalagi Ara yang berusaha tulus telah sedikit merasakan sakitnya dikhianati. Belum dikhianati, hampir. Apa pun namanya tetaplah itu membuat hatinya tergores.

Dan Ara kembali patah. Kembali memiliki harapan-harapan yang tak pernah usai pada Abang. Ntah kenapa keyakinan itu begitu besar ia miliki. Bahwa Abang suatu saat akan datang bertamu kerumah dan langsung meminangnya.

Gelap terus berkejaran dengan sinaran mentari. Pikiran Ara disibukkan dengan segala mimpi yang harus ia raih. Lama-lama kelamaan ia benar-benar sadar. Harapan yang ia miliki bagaikan seorang yang melukis di atas air. Percuma. Percuma dan. Percuma.

Move on. Mungkin itulah yang harus dilakukan Ara. Namun dengan siapa? Apakah seorang itu mampu membuat dirinya terkagum melebihi kekaguman kepada Abang? Apakah bisa membuatnya tak ingat lagi? Entahlah

Ia memilih diam. Menutup hati rapat-rapat. Menganggap semua laki laki di sekelilingnya hanyalah teman yang tak perlu diambil hati. Mendekatkan diri kepada Sang Pemilik hati.

Tak ada kisah. Rasa. Kagum ataupun harapan. Ara yang sedang mengunci hatinya rapat-rapat tiba-tiba seperti menemukan cahaya pada celah yang begitu kecil.

Armand, seorang pemuda sederhana yang dikenal unik. Dengan begitu tiba-tiba mengungkapkan rasa sukanya yang telah lama dipendam. Dia tak banyak kata ataupun membuktikan rasa yang ia miliki pada Ara. Seperti, bila Ara menerima dia akan senang tapi bila Ara menolak dia sedih dan akan mengikhlaskan. Ara adalah tipe perempuan yang suka diperjuangkan. Tapi Armand tak melakukan itu.
Kejujuran Armand merupakan hal yang sulit dipercaya. Pasalnya, Ara tahu bahwa Armand adalah teman dekat yang enak diajak ngobrol, berpatner dalam kegiatan kampus, saling olok dan tidak mungkin saling suka. Ara pun tak pernah berfikir akan menyukai manusia unik seperti Armand.

Namun perasaan dan fikiran sering tak bisa bersatu. Apalagi Armand seperti cerminan dari Abang, lelaki yang begitu ia harapkan. Armand juga tak kalah unik dalam mencintai Tuhan. Dia juga memiliki sifat humoris, yang tak dimiliki oleh Abang. Dan perasaan itupun tiba-tiba menjadi yakin.

Di saat Ara jujur mengapa ia yakin dengan rasa yang tiba-tiba itu. Ara mengungkap bahwa Armand cerminan dari Abang. Justru Armand menyakinkan bahwa dia akan membuat Ara mencintainya dan tidak akan memberi kesempatan pada Ara untuk mengingat Abang. Dewasa. Poin plus yang dimiliki Armand, semakin membuat Ara yakin dan gagah berdo'a bahwa ia ingin dipersatukan dengan Armand.

Entah apa yang diberikan Armand sehingga membuat Ara benar-benar lupa akan harapannya dulu. Bahkan Armand tak pernah mengatakan cinta, sayang atau apalah. Tidak juga perhatian. Namun ia memberi ketulusan dan keseriusan. Itulah yang memperkuat keyakinannyan akan Armand. Dan nama Armand berhasil menjadi baris-baris do'a Ara di setiap lima waktu. Tanpa menghakimi Tuhan, Ara pasrahkan rasa cintanya. Namun yang ia inginkan dan terlebih butuhkan adalah Armand. Tak ada rasa berlebihan. Karena Ara tak mau kembali patah dan tersungkur.

Pemuda unik itu juga berhasil mengambil perhatian tulusnya. Saat Armand sakit, Ara dengan tak terang-terangan memberikan perhatian secara tertulis dan tindakan. Sungguh itu bukanlah Ara yang dikenal kebanyakan orang. Rupanya ia benar-benar memiliki ketulusan pada Armand.
Armand serius. Pemuda yang merupakan anak terakhir dari 4 saudara itu begitu dekat dengan ibunya. Hubungan yang entah apa namanya ini, baru berjalan tak lebih dua bulan sudah ia ceritakan pada ibunya. Namun justru kejujuran yang ia ungkapkan pada ibunya menjadi boomerang bagi dirinya dan Ara.
" Mand, sebenarnya ibu akan menjodohkan kamu dengan anaknya.....dan sudah ke sini tinggal menunggu jawaban. Kamu jangan memberikan harapan pada wanita.... ''
Itulah kalimat yang sebenarnya panjang jika ditulis yang membuat hati keduanya dilanda kebimbangan.
Tentu! Seketika air mata Ara menetes pelan yang kemudian sulit dibendung. Hampir dua bulan ini ia terbang tapi tiba-tiba sayapnya mendadak patah begitu saja.
Hati Ara tak hanya hancur. Tapi benar-benar hancur berkeping-keping yang mungkin akan sangat sulit ditata dengan rapih.

Belum sempat Ara mengabarkan pada daun yang berdzikir. Pada ilalang yang bergoyang. Pada kupu-kupu yang terbang. Pada bumi yang ia pijak. Pada langit yang menjadi saksi. Pada telinga yang akan bereaksi. Namun, sudah tak ada yang bisa ia katakan. Hanya sakit dan sesak di dada.

Tak pernah ia menangis sesakit ini. Tak pernah dadanya begitu sesak hingga berhari-hari. Ia juga tak pernah murung hanya karena masalah rasa. Kali ini perasaannya benar-benar hancur.
Armand tak bisa menjanjikan apa-apa. Dia hanyalah lelaki biasa yang masih berjuang untuk masa depannya. Jika perjodohan itu akan terjadi, dia juga tidak akan menolak permintaan ibu yang amat ia cintai.

Meninggalkan Ara, ia juga tak bisa. Tetapi memiliki Ara juga tak mampu ia lakukan. Ditinggalkan Ara, ia juga tak rela. Namun, ia sadar akan hanya membuat Ara terluka. Pasrah dan ikhlas, itulah Armand.
Dua minggu menjadi sejarah dalam hidup Ara. Sakit hati dan terus memikirkan kelanjutan kisah dirinya dengan Armand. Marah. Benci dan kecewa tentu Ara miliki. Ia juga berniat tak ingin lagi melakukan komunikasi dalam bentuk apapun dengan Armand. Segala kekecewaan ia tumpahkan. Tangis tak ia bendung seperti biasanya. Biarlah rasa sakit puas menggerogoti hatinya. Ia juga bingung akan menata hatinya lagi.

Namun ia sadar. Armand tidaklah salah. Cinta saling mereka miliki namun memang kehancuran harus ia terima. Keduanya sama-sama terluka dan tak tahu bagaimana menjalaninya. Membenci Armand bukanlah jalan yang pantas ia lewati.

Setelah Ara memahami dengan semua yang terjadi. Mengetahui hancurnya hati Armand dan berbaktinya ia pada ibunya. Ara membuka hatinya lebar-lebar. Menata kata bijak dan memberikan senyum manis.
Keputusan melepas Armand menjadi pilihan terbaik Ara. Toh Ara tahu, siapa wanita yang selama ini menjadi dambaan Armand. Jika ikhlas dan takdir berbaik hati maka Armand akam kembali padanya.

Tak akan setuju bila itu dinamakan menyerah. Ara hanya tak tahu apa yang seharusnya ia perbuat. Maju, tetap bersama Armand dia tidak cukup kuat karena pihak orang tua memiliki pilihan lain. Ara tak pernah mundur. Hanya saja dirinya tak mau salah langkah.
Ara kembali menutup hati rapat-rapat!

Tak akan berbicara pada dunia jika itu bukanlah yang pantas menerima kehangatan pelukannya. 


Judul awal adalah Belum Sampai Dunia Tahu. Diganti karena memang dunia tidak perlu tahu karena begitu menyesakkan dada, hahaha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banyuwangi Sebelum dan Setelah di Benahi Azwar Anas

                            Surabaya-Banyuwangi- Sebelum memasuki tahun 2010 nama kabupaten Banyuwangi belumlah akrab di telinga masyarakat Indonesia. Banyuwangi hanyalah sebuah kabupaten yang berseberangan dengan pulau Bali. Jika hendak ke Bali dengan menyeberang lautan harus ke pelabuhan Ketapang-Banyuwangi. Jadilah hanya sebuah Kabupaten tempat singgah saja.  Masyarakat luar Banyuwangi juga hanya mengenal Kabupaten yang kini berjuluk " sun rise of Java " itu dengan desas desus sebagai kota santet. Berita dari mulut ke mulut yang belum tentu benar itu dengan mudah menyebar ke se-antero negeri ini. Banyuwangi juga dikenali dengan keangkeran Alas Purwo yang merupakan peninggalan Majapahit. Padahal di balik hutan atau alas yang terkenal angker itu tersimpan surga yang kini dikenal dengan G-Land. Pendidikan di Banyuwangi pun terbilang rendah. Tidak ada Universitas yang berjuluk negeri. Banyak anak yang...

Senyum Palsu si Mental Illness

( Photo Source: https://aihms.in/blog/importance-of-mental-health/)  Di bawah sinar mentari ia masih tampak bersinar dengan senyum manis menghiasi wajah berjerawatnya. Seperti bunga mawar mekar di pagi hari dengan butiran embun menghiasi kelopak indahnya.  Kaki masih kokoh menopang tubuh yang bergerak lebih sering dari biasanya. Tak terlihat rapuh sedikitpun. Padahal harusnya kaki itu lunglai tak sanggup berjalan. Tapi nyatanya tidak.   Dia justru dituntut menjadi kuat melewati arus deras kehidupan. Melewati badai yang harusnya mampu memporak porandakan hati, mental dan fisiknya.  Dia tak tumbang. Tak juga terlihat pucat diraut mukanya. Senyumnya tak lepas walau kadang tipis. Tidak bersembunyi di dalam goa yang gelap  untuk menghindari tatapan sepasang mata lain. Tidak peduli apa yang bergelayut di kepala manusia-manusia itu.  Titik tertinggi dari rasa kecewa dan amarah telah membuatnya diam. Pasrah dengan ombak besar yang berulang menerjangnya. D...