Ekranisasi Novel Dschungelkind Karya Sabine Kuegler ke dalam Film Dschungelkind Karya Rolan Suso Rcihter
Jurnal di atas adalah kutipan latar belakang penelitian saya tentang ekranisasi Dschungelkind. Penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam melakukan penelitian yang serupa karena telah masuk dalam jurnal internasional. Bekerjasama dengan dosen pembimbing akhirnya setelah melalui proses seleksi, seminar dan revisi Jurnal dapat terbit di laman bergengsi.
kawan kawan dapat langsung mengunduh jurnal secara lengkap dalam bahasa inggris di ATLANTISPRESS di https://www.atlantis-press.com/proceedings/soshec-18/25903363 dalam bentuk PDF. Semoga bermanfaat.
terima kasih
Ekranisasi
sudah banyak dilakukan di dunia perfilman. Istilah ekranisasi dimunculkan
pertama kali oleh Bluestone (1957:5) yang berarti proses pemindahan atau
perubahan bentuk dari sebuah novel ke bentuk film. Berdasarkan asal katanya,
Eneste (1991:60) mengartikan ekranisasi sebagai pelayar putihan atau
pemindahan/pengangkatan sebuah novel ke dalam film (ecran dalam bahasa Perancis berarti layar). Proses ekraniasai mau
tidak mau mengakibatkan timbulnya pelbagai perubahan. Keterbatasan durasi dalam
penyajian sebuah film di layar lebar adalah salah satu penyebabnya. Cerita
yang disajikan dalam novel dapat dinikmati dalam waktu berhari-hari atau bahkan
berbulan-bulan. Sedangkan film disajikan hanya dalam waktu sekitar seratus dua
puluh menitan.
Perubahan yang
terjadi dikerenakan adanya proses ekranisasi bisa berupa penambahan, penciutan
dan variasi. Sehingga semua hal yang diungkapkan dalam novel tidak akan dijumpai
pada film. Seperti yang dikatakan oleh Eneste (1991:61), sebagian cerita, alur,
tokoh-tokoh, latar ataupun suasana novel tidak akan ditemui dalam film. Sebab,
sebelumnya pembuat film (penulis skenario dan sutradara) sudah memilih terlebih
dahulu informasi-informasi yang dianggap penting. Sehingga yang terjadi ialah
cerita yang ditampilkan dalam film tidak terikat pada urutan-urutan cerita pada
novel lagi.
Alasan mendasar
novel layak diangkat ke layar lebar dikarenakan menjadi bacaan terlaris atau bestseller. Dengan demikian, film yang
diangkat dari novel terlaris akan memberikan efek positif yaitu mampu memiliki
penonton sebanyak pembaca pada novel tersebut. Seperti yang diungkapkan dalam
penelitian Kartika (2016), ketika film yang diadaptasi dari karya sastra,
penonton datang ke bioskop bukan karena film itu sendiri tetapi buzz berita film tersebut, popularitas
novel, dan tokoh. Pilihan produser film mengangkat cerita novel ke layar kaca
menjadi strategi jitu. Film berbasis novel tersebut kemudian laris di bioskop
karena penonton tersebut sebenarnya adalah pembaca novel.
Dalam pemindahan
novel ke layar putih akan terjadi pula sebuah proses perubahan yang meliputi
alur, penokohan, latar, gaya bahasa, ataupun tema. Khususnya pada alur cerita
yang akan menyebabkan terjadinya perubahan fungsi. Eneste (1991: 61-65) menyatakan, proses
kreatif ekranisasi dapat berupa penambahan maupun pengurangan jalannya cerita
dari novel yang akan diangkat ke layar putih. Berbagai penambahan atau
pengurangan dengan berbagai variasi dapat memunculkan asumsi bahwa adanya
perbedaan antara film hasil ekranisasi dan novel, akibat adanya perubahan fungsi
khususnya dalam alur cerita.
Sebagaimana diuraikan di atas, perubahan
plot juga terjadi pada novel Dschungelkind
atau NDK (2006) karya Sabine Kuegler yang diangkat ke dalam film Dschungelkind (FDK) oleh sutradara asal
Jerman yakni Roland Suso Richter tahun 2011. Dari novel Dschungelkind yang memiliki tebal 345
halaman harus diciutkan hanya menjadi 132 menit dalam film Dschungelkind atau FDK. Dengan
durasi yang pendek tersebut, sutradara maupun penulis skenario harus mampu
secara kreatif menguraikan rangkaian peristiwa yang panjang dari novel menjadi
lebih ciut ke dalam film.
Jurnal di atas adalah kutipan latar belakang penelitian saya tentang ekranisasi Dschungelkind. Penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam melakukan penelitian yang serupa karena telah masuk dalam jurnal internasional. Bekerjasama dengan dosen pembimbing akhirnya setelah melalui proses seleksi, seminar dan revisi Jurnal dapat terbit di laman bergengsi.
kawan kawan dapat langsung mengunduh jurnal secara lengkap dalam bahasa inggris di ATLANTISPRESS di https://www.atlantis-press.com/proceedings/soshec-18/25903363 dalam bentuk PDF. Semoga bermanfaat.
terima kasih

Komentar
Posting Komentar