Udah isi belum. Udah isi belum. Gimana sudah teler apa belum. Udah isi belum 10x pertanyaan dalam usia pernikahan yang masih belum genap dua bulan.
Masya Allah yang nikah siapa kok pada kagak sabaran. Nanya mulu, emangnya aku ini mbah Mijan yang bisa meramal. Padahal ntar kalau sudah isi juga bakalan tahu sendiri. Ya Allah kenapa pada ngurusin sih.
Aku tuh nikah baru dua bulan woi. Ada juga yang nanya, kamu Kb ya. Ya Allah ya Robbi, gimana dengan pasangan yang udah lama nikah. Aku aja yang baru nikah dah nerima pertanyaan begituan. Kejam kalian.
Begitulah kekesalanku ketika itu. Aku sebenarnya orang yang cuek dan tidak mudah putus asa. Tapi ntah kenapa, pertanyaan-pertanyaan itu sungguh buat hatiku rapuh.
Rasa takut bermunculan seiring memikirkan pertanyaan momok pasutri. Aku takut bila tak kunjung hamil juga. Takut terus menerima pertanyaan kapan hamil.
Jujur setelah sebulan lebih nikah aku baru merasa bahwa kehadiran anak kami butuhkan. Aku pun mulai aktif membaca tips kehamilan dan konten-konten dari berbagai platform. Mulai dari web, youtube, facebook bahkan instagram. Ku ikuti berbagai tips itu sebagai bentuk ikhtiar kami.
Ada hal menarik dari konten yang kubaca dan itu menjadi motivasi kami. Pertanyaan dari orang-orang itu juga sebagian dari doa. Mereka sedang mendoakanmu lewat pertanyaan. Alhamdulilah semoga dengan banyaknya doa bisa membuahkan hasil nyata. Aamiin
Sebenarnya Aku ingin orang tahu kami punya prinsip. Menikmati masa pacaran setelah menikah. Santai aja dulu kita Traveling bersama. Itu bayangan kami. Tidak memusingkan masalah anak karena kami baru menikah.
Kami sama sama memiliki hobi traveling. Terlebih liburan ke alam seperti gunung, air terjun dan yang Bernuansa sejuk. Namun pertanyaan" itu membuatku baper. Aibkah kalau tak kunjung hamil?
Seiring seringnya pertanyaan jahat itu dilontarkan kepada kami. Akhirnya ada kesedihan dan keinginan serius memiliki momongan. Aku pinta semoga ada kejutan di hari ulang tahunku yang ke-24.
Setiap sujud kulantunkan doa ingin memiliki momongan. Sampai air bening menetes dari kedua sudut mata yang tak sipit juga tak lebar ini.
Ya Allah berikanlah surprise di tanggal 13 Oktober nanti. Berikanlah kami malaikat kecil yang akan menjadi pelengkap pernikahan. Menguatkan cinta kami berdua.
Percayakanlah kepada kami untuk mengemban amanah terbesar dari Mu. Insya Allah kami siap.
Aku sengaja untuk bulan september tidak memperdulikan masalah haid. Kubiarkan saja apakah sudah tanggalnya atau belum. Bulan september telah lewat dan aku belum haid. Tenang dan tidak ingin terlalu percaya diri. Ntar sakit kan ye
Kecurigaan juga sedikit muncul sih. Tapi aku kekeuh ingin tahu ditanggal 13 saja. Jujur sih rasanya melebihi dag dig dug menunggu hari itu tiba.
Alhamdulillah dua strip. Gimana rasanya? Bingung. Iya bingung. Nggak nyangka kalau hasilnya positif. Allah benar-benar menjawab doa dari hamba hina ini.
Tapi aku masih takut kalau tidak valid. Siangnya kucoba dua kali alhamdulillah hasilnya sama. Dua garis merah. Bukan dua garis biru ya, itu kan angga sama zara..
Sore dengan perasaan tak karuan cek ke bidan. Alhamdulilah kata bidannya memang benar. Waw Alhamdulillah usia kandunganku sudah tujuh mingguan. Pantas saja pernah merasa capek luar biasa. Jadi lebih sensitif dan ga jelas hahaha
Yah itulah yang kurasakan. Wahai kaum nabi Muhammad Saw. Ketahuilah pertanyaan kapan hamil, sudah hamil, dan sejenisnya itu sensitif. Apalagi jika itu pertanyaan kau ajukan kepada pasangan yang sudah menikah lebih dari setahun.
Mungkin niatmu baik hanya ingin mengetahui. Tapi jangan kau ulangi hingga jadi bahan omongan. Apalagi kau banding-bandingkan dengan pasangan yang lain. Ketahuilah itu menyayat.
Mungkin aku terlalu baper. Tapi ketahuilah, hampir semua wanita. Hampir lo ya berarti tidak keseluruhan. Akan merasa sedih jika ditanya kapan hamil.
Aku sejujurnya lebih ke risih serta takut. Karena sampai ada yang tanya kb segala. Takut kalau tak kunjung hamil akan berapa banyak pertanyaan dan tekanan yang kuterima.
Untuk kalian yang memiliki teman sufah menikah lama jangan hobby bertanya ya.
Untuk kalian para istri, tetap bersabar semoga Allah segera meniupkan ruh dirahimu. Saya ngga bisa berkata tetao sabar, ikhtiar dan berjuang. Karna aku tahu kalian sudah melalukan itu semua.
Tetap semangat bunda
Komentar
Posting Komentar